Ambisi Besar Telkom: Jadi Raja Digital & Hub Internasional

Makassar – Telkom punya ambisi besar. Selain jadi raja bisnis digital di laut (submarine cable), darat (fiber optik), dan udara (seluler), BUMN telekomunikasi itu juga punya cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai hub untuk pusat lalu lintas internet dunia.

Ambisi itu coba diwujudkan dengan membangun infrastruktur jaringan serat optik broadband baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di dalam negeri, di tahun 2015 ini Telkom akan memiliki backbone sepanjang 77 ribu kilometer yang membentang di seluruh wilayah Nusantara.

Proyek yang saat ini tengah digarap ialah sistim komunikasi kabel laut (SKKL) dari Luwuk ke Tutuyan (LTCS) yang kemudian dilanjutkan ke Sulawesi-Maluku-Papua (SMPCS). Proyek LTCS diharapkan selesai Juni dan SMPCS ditargetkan rampung Oktober.

“Setelah membangun LTCS dan SMPCS, kita juga masih punya banyak ekspansi jaringan lain. Kami ingin membuat Indonesia jadi hub trafik internasional dengan cara koneksi kabel laut ke Eropa Barat dan Amerika Serikat,” ujar Direktur Network & IT Solution Telkom, Abdus Somad Arief saat ditemui di Makassar.

Telkom saat ini juga tengah melanjutkan pembangunan backbone dari Timika ke Merauke. Sehingga pada September nanti, Indonesia sudah memiliki tol kabel optik dari Sabang sampai Merauke.

“Investasi kami di Indonesia Timur, saat ini 60% dalam status layak ekonomi. Sementara baru 35% sudah layak secara bisnis. Kami ingin lakukan investasi tersebut karena kami satu-satunya flag carrier di industri telekomunikasi Indonesia,” katanya.

Investasi pembangunan kabel optik di domestik dalam negeri bakal mencapai Rp 3,6 triliun untuk SMPCS — termasuk alokasi Rp 85 miliar untuk LTCS. Sedangkan untuk sambungan internasionalnya melalui program Indonesia Global Gateway, total investasinya Rp 2,4 triliun.

Sambungan serat optik kabel laut dari Indonesia ke Eropa Barat akan dilakukan melalui area Dumai dan Timur Tengah. Untuk mewujudkan segmen ini, Telkom akan bekerja sama dengan kurang lebih 13 negara melalui konsorsium South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5) sepanjang 20 ribu kilometer.

Sedangkan sambungan yang menuju ke Amerika Serikat dilakukan melalui Manado yang terhubung ke Filipina dan Guam, dengan landing point di Hawaii ini melalui kerjasama lima negara dalam proyek konsorsium South East Asia-United States (SEA-US) .

“Kita ini kalau bicara hub untuk trafik pesawat atau kapal laut sekarang adanya di Singapura. Tapi kita masih punya kesempatan untuk jadi hub telekomunikasi,” jelas pria yang akrab disapa dengan inisial namanya, ASA.

Penyambungan serat optik menuju dua jalur internasional itu akan dikerjakan secara berdampingan. Program SEA-ME-WE 5 dengan SEA-US ini akan dihubungkan melalui Indonesia Global Gateway yang diperkirakan rampung pada 2016.

Ketiga infrastruktur besar kabel laut berskala dunia ini melengkapi infrastruktur internasional yang telah dimiliki Telkom sebelumnya melalui anak usahanya, Telkom Indonesia Internasional (Telin).

“Proyek ini baru kita inisiasi tahun ini. Nah, yang segmen domestik sedang kita proses. Dari Manado ke AS, selesainya awal 2017. Sedangkan yang dari Dumai menuju Middle East ke West Europe itu akan selesai duluan pada 2016,” lanjut ASA.

Raja di Laut, Darat, dan Udara

Bisnis broadband diakui oleh Telkom akan menjadi andalan utama pendapatannya. Di darat akan digarap melalui layanan broadband Indihome, di udara melalui seluler 4G oleh Telkomsel, dan di laut untuk hub internasional.

“Kita itu visinya menjadi raja di laut, darat, dan udara. Tahun ini sudah dialokasikan belanja modal sekitar Rp 25 triliun dengan alokasi terbesar untuk bisnis seluler, setelah itu pengembangan fixed broadband, dan bisnis lainnya,” kata ASA.

Berdasarkan laporan keuangan 2014 Telkom, pendapatan data, internet dan layanan IT serta SMS, Telkom meningkat 24% dibandingkan periode sama 2013 menjadi Rp 24,1 triliun.

Layanan mobile data berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 34,2% dari Rp 10,5 triliun pada 2013 menjadi Rp 14,1 triliun di 2014. Sementara itu, layanan fixed broadband juga tumbuh sebesar 7,8% dari Rp 4,6 triliun menjadi Rp 4,9 triliun pada 2014.

Dari sisi operasional, jumlah pengguna broadband meningkat 12,1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya menjadi 71,3 juta pelanggan. Pengguna layanan fixed broadband juga meningkat 12,8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya menjadi 3,4 juta pelanggan.

Telkom pada tahun ini membidik pendapatan Rp 100 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp 300 triliun. Lima tahun lagi, emiten dengan kode saham TLKM ini membidik kapitalisasi pasar Rp 1.000 triliun.

sumber: detik.com

Solusi hemat telekomunikasi dari Telkom maupun provider lainnya, bisa anda dapatkan melalui MGM.

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s