Point Penting dalam Managed Services Operator

Jakarta – Managed services mulai menjadi tren global di kalangan operator telekomunikasi agar bisa lebih efisien dalam mengelola jaringan layanan dengan biaya yang lebih rendah, agar tetap bisa bersaing di masa depan serta tetap fokus pada produk, penjualan, dan pemasaran sebagai inti bisnisnya.

Meski demikian, menurut praktisi telematika Teguh Prasetya, yang perlu diperhatikan adalah implementasinya, operator tidak boleh kebablasan dalam memangkas budget. Sehingga, ujungnya untuk jangka pendek hanya sebagai alat bertahan. Sedangkan di masa depan, biayanya bisa jadi makin tinggi.

“Ini adalah kondisi no way to return. Operator tetap perlu memegang key person atau strategic operational di dalam perusahaan bukan di-outsource-kan. Contohnya, untuk quality assurance dan optimization,” jelas Teguh kepada detikINET, Kamis (26/1/2012).

Memang tak bisa dipungkiri, persaingan sengit dan melonjaknya volume trafik akan memaksa operator penyelenggara jaringan lebih memikirkan efisiensi antara lain melepas urusan perawatan jaringan ke pihak ketiga.

“Tren managed services ini tak bisa dihindari. Operator seperti Tri, XL, dan Axis telah melakukannya. Sebentar lagi, operator besar lainnya akan mengikuti,” ujar Deputy Director of Customer Solutions Huawei, Dani Ristandi.

Ia mengungkapkan, model bisnis penyelenggara jaringan di masa depan akan bergeser, seiring lonjakan volume konten digital dan menjamurnya piranti bergerak seperti smartphone dan komputer jinjing (laptop dan tablet PC).

“Ini akan membuat pelanggan fokus memilih layanan jaringan yang mengedepankan kecepatan, kualitas, fleksibilitas, dan kemudahan dalam mengakses internet. Pada 2020 lonjakan trafik data bisa mencapai seribu kali lipat dibanding saat ini,” ungkap Dani.

Managed services sendiri, sejatinya tak hanya menjadi tren di Indonesia. Di negara lain, alihdaya pengelolaan jaringan ini juga terjadi di operator seperti AirTel di India dan Afrika.

Saat ini di Indonesia, managed services memang baru dilakukan oleh tiga operator saja. Namun diperkirakan, operator besar seperti Telkomsel juga akan menyusul melakukan hal yang sama.

Kondisi itu diyakini akan terjadi jika melihat implementasi jaringan 3G dan Home Location Register (HLR) Next Generation Network (NGN) dengan Huawei. Telkomsel juga diyakini tidak lagi melakukannya secara per cluster, tetapi dalam lingkup nasional.

( rou / eno )

sumber : detik.com

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s