Pilih Managed Services, XL Hemat Rp 1,35 Triliun

Jakarta – Operator XL Axiata mengalihkan pengelolaan jaringan layanan 2G/3G miliknya kepada pihak ketiga, dalam hal ini vendor jaringan yang menjadi mitranya, Huawei Tech Investment.

Lewat kerja sama managed services ini, XL yakin bisa menghemat beban perusahaan hingga USD 150 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun dalam jangka waktu tujuh tahun ke depan.

“Melalui program managed services ini akan terjadi penghematan beban pada biaya operasional (opex) dan belanja modal (capex),” kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, di Jakarta, Kamis (26/1/2012).

XL memutuskan untuk mengalihkan pengelolaan jaringan 2G/3G miliknya, termasuk Network Operations Center (NOC), Field of Operations (FOP), Network Performance Management (NPM) dan Spare Parts Management Service kepada Huawei.

Menurut Hasnul, langkah managed services ini ditempuh agar XL bisa lebih fokus pada bisnis intinya, yaitu penyediaan layanan.

“Dengan lebih fokus pada bidang masing-masing sesuai kompetensi, kami berharap keputusan bisa menjawab tantangan industri di masa depan, sekaligus mendapatkan jaminan kualitas jaringan yang sangat vital untuk menjamin kelangsungan bisnis XL,” katanya.

Kerja sama jangka panjang itu juga disertai pengalihan sekitar 1.200 karyawan XL menjadi karyawan Huawei Indonesia. Untuk program pengalihan 1.200 karyawan tersebut pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar.

Sementara itu Director Technology, Content, and New Business XL Dian Siswarini menegaskan, managed services tidak akan membahayakan perseroran karena strategi operasi, pemilihan teknologi, perencanaan dan disain serta ‘key person’ masih berada di tangan XL.

“Intinya otak dan hati dari jaringan masih di XL, tangan dan kaki di-outsource. Kita juga memastikan masalah fleksibilitas dalam kontrak dengan mitra tengah membentuk organisasi khusus yang menangani rekanan managed services,” katanya.

Huawei Siapkan Divisi Khusus

1.200 karyawan XL Axiata yang ditransfer ke vendor jaringan Huawei Tech Investment sebagai bagian dari kerja sama managed services, akan masuk ke dalam divisi baru yang khusus menangani services.

“Mereka akan masuk ke PT Huawei Services. Baru official bulan April nanti,” kata Corporate Communication Manager Huawei Indonesia, Yunny Christine, kepada detikINET, Kamis (26/1/2012).

Masuknya seribu lebih karyawan baru itu akan menggelembungkan jumlah SDM yang dimiliki vendor asal negeri tirai bambu tersebut menjadi lebih dari 3.000 pegawai. “Sekarang saja (dengan SDM yang ada saat ini) sudah lebih dari 2000,” kata Yunny.

Divisi Huawei Services diyakini akan terus berkembang karena industri telekomunikasi saat ini sangat dinamis. Terlebih, managed services yang ditangani Huawei bukan hanya kepada XL saja. Vendor ini juga menjalin kerja sama dengan operator lain seperti Hutchison CP Telecom (Tri) dan Axis Telecom Indonesia.

Untuk merampungkan perpindahan 1.200 karyawannya, XL sendiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp 200 miliar untuk pesangon 7 tahun gaji ke depan melalui program pensiun dini.

“Program ini diterima dengan baik oleh 1.200 karyawan kami karena gaji mereka dari XL sudah aman untuk 7 tahun ke depan, dan di Huawei mereka juga tetap digaji. Justru yang tak mendapat kesempatan ini malah iri,” kelakar Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL Axiata.
( rou / rns )

sumber: detik.com

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s